Belajar Virtual Box

Dalam rangka belajar dan menambah pengetahuan tentang pengembangan dan pengelolaan server, aku mulai menginstall virtual mesin pada laptop dan PC kantor. Software yang kugunakan adalah virtualbox.

Beberapa istilah dalam virtual mesin ialah Host dan Guest. Host adalah sebutan untuk mesin utama yang fisiknya benar-benar ada, sementara Guest adalah sebutan untuk mesin virtualnya. Host yang kugunakan, baik laptop maupun PC kantor, sama-sama menggunakan windows 7 OEM dan untuk Guest aku memilih sistem operasi Ubuntu. Versi yang digunakan adalah Ubuntu 14.04 LTS alih-alih versi 14.10 (versi terbaru saat tulisan ini dibuat).

Langkah-langkah yang kulakukan adalah sebagai berikut:

  1. Download
  2. Install Virtual Box
  3. Create Virtual Machine
  4. Install Ubuntu
  5. Install Guest Additions
  6. Network setup

Download

Seluruh file yang didownload adalah versi terbaru per tanggal 9 April 2015.

Virtualbox. Sistem operasi di laptop dan PC kantor adalah windows 7 64bit, sehingga aku memilih opsi VirtualBox 4.3.26 for Windows hosts x86/amd64. Download pada link berikut: https://www.virtualbox.org/wiki/Downloads.

Ubuntu 14.04 Image file (.iso). Saya mengambil file yang 32 bit dan 64bit, untuk sebagai persiapan jika butuh platform mesin yang berbeda. Versi desktop saya pilih dibanding server karena kebutuhan akan GUI. Download pada link berikut: http://kambing.ui.ac.id/iso/ubuntu/releases/14.04/.

Keseluruhan file yang saya dapat sebagai bahan belajar virtual mesin adalah:

  • VirtualBox-4.3.26-98988-Win.exe
  • ubuntu-14.04.2-desktop-amd64.iso
  • ubuntu-14.04.2-desktop-i386.iso

Install Virtual Box

Eksekusi file installer virtual box dan lakukan step-step yang diminta. Jika diminta instal device, maka pilih Instal.

Create Virtual Machine

Jalankan aplikasi Oracle VM Virtualbox. Pilih New. Muncul window form. Pada name: Ubuntuku. Type: Linux. Version: Ubuntu (32bit). Pada PC kantor terdapat opsi untuk 64bit sementara pada Laptopku hanya tersedia opsi untuk 32bit. Perlu settingan di BIOS pada opsi Virtualisasi agar opsi 64bit muncul. Alokasi Memori saya pilih 512 MB. Alokasi storage saya pilih type VDI, Fix, 8 GB. Setelah konfigurasi ini, akan muncul pada sidebar sebuah virtual mesin dengan nama Ubuntuku.

Install Ubuntu

Jalankan (Start) Virtual Mesin yang bernama Ubuntuku. Seharusnya muncul window untuk start-up disk. Kita browse, select file .iso ubuntu versi 32bit (sesuai dengan pilihan saat memilih version), lalu start. Window virtualbox kini seperti layar dari sebuah PC yang sedang booting dari Optical Disc (CD/DVD). Lakukan instalasi dan akan ada opsi restart jika finish.

Install Guest Additions

Tampilan resolusi dari ubuntu saat kali pertama muncul adalah 640x 480 pixels (dapat dicek pada System Settings >> Displays) dan resolusi ini tidak dapat dinaikkan menjadi lebih tinggi. Solusi untuk ini ialah kita menginstall software bawaan Virtualbox pada Ubuntu.

Masukkan file CD Image (.iso) bawaan Virtual box (secara default berada pada lokasi path C:\Program Files\Oracle\VirtualBox\VBoxGuestAdditions.iso) kedalam virtual machine. Pada window virtual machine, pilih menu Devices >> CD/DVD Devices >> Choose a virtual CD/DVD disk file... . Lalu pilih file VBoxGuestAdditions.iso tersebut.

Kini, kita seolah-olah memasukkan CD kedalam mesin ubuntu, sehingga secara default muncul pop up dari ubuntu untuk menjalankan fitur autorun pada CD tersebut. Tekan tombol run, instalasi program addition dari virtual box akan berjalan. Setelah selesai maka restart, dan resolusi layar dari virtual mesin kini menjadi 1024x768 dan dapat diubah menjadi variasi lainnya.

Network setup

Sekarang kita perlu ping dari Host (Windows 7) ke Guest (Ubuntu 14.04) agar nantinya bisa kita bermain-main dengan program yang berhubungan dengan jaringan seperti web server, file sharing, dsb.

Saat instalasi virtualbox pada Host, akan terdapat virtual kartu jaringan (ethernet) yang bernama Ethernet adapter VirtualBox Host-Only Network. Hasil command ipconfig/all pada Command Prompt memberi kita informasi bahwa virtual kartu jaringan tersebut memiliki alamat IP Lokal 192.168.56.1. Agar bisa terjadi komunikasi dengan Guest (ubuntu), maka alamat IP Ubuntu setidaknya berada pada kisaran 192.168.56.*.

Sementara hasil command ifconfig -a pada Terminal Ubuntu (CTRL+ALT+T) memberi kita informasi bahwa terdapat 1 buah ethernet bernama eth0 dengan alamat IP 10.0.2.15. Kita perlu menambah satu kartu jaringan lagi pada Guest dimana kita perlu configurasi pada VirtualBox.

Shutdown Ubuntu, masuk ke Settings pada Guest Ubuntuku. Pada menu Network kita melihat Adapter 1 otomatis tersedia secara default. Kita beralih ke Tab Adapter 2. Disini kita Enabled, dan attached to Host-only Adapter. Tekan tombol OK. Turn On kembali Guest Ubuntuku, dan kini sudah terdapat ethernet baru bernama eth1 dengan alamat IP lokal 192.168.56.101. Saat dilakukan ping dari Host ke Guest hasilnya terdapat respon yang artinya antara Host dan Guest sudah dapat saling berkomunikasi.

Virtual mesin sudah tercipta dan kini tersedia alat untuk belajar pengembangan dan pengelolaan server.

Referensi

  • http://askubuntu.com/questions/451805/screen-resolution-problem-with-ubuntu-14-04-and-virtualbox
  • http://serverfault.com/questions/225155/virtualbox-how-to-set-up-networking-so-both-host-and-guest-can-access-internet

Categories: virtualbox