Kegunaan fitur PATH pada CLI

Pendahuluan

Saat bekerja pada command line interface (CLI) terdapat dua cara untuk bisa mengeksekusi sebuah file program:

Langsung menyertakan alamat program secara lengkap atau langsung programnya dieksekusi.

Contoh pada Linux:

/usr/bin/php -v

atau

php -v

Contoh pada Windows:

c:\xampp\php\php -v

atau

php -v

Cara ringkas diatas karena sebenarnya alamat direktori lengkap telah terdaftar pada Variable PATH di Sistem Operasi.

PATH adalah

PATH adalah jalanan. Maksudnya adalah jalan-jalan yang akan dipakai untuk mencari aplikasi.

PATH adalah variable di Sistem Operasi yang berisi berbagai alamat direktori dan digunakan untuk meringkas eksekusi program.

Contoh di linux:

ijortengab@ijortengab.id:~$ export | grep PATH
declare -x PATH="/home/ijortengab/bin:/usr/local/sbin:/usr/local/bin:/usr/sbin:/usr/bin:/sbin:/bin"

Contoh di Windows:

C:\Users\X220>path
PATH=C:\Windows\system32;C:\Windows;C:\xampp\php;C:\Users\X220\bin

Perbedaan Linux dan Windows adalah:

  • Direktori Separator untuk Linux adalah / (slash).
  • Direktori Separator untuk Windows adalah \ (backslash).
  • Path Separator untuk Linux adalah : (colon).
  • Path Separator untuk Windows adalah ; (semi colon).

Which

Untuk program dengan nama sama yang terdaftar pada direktori path yang berbeda-beda, maka akan digunakan direktori pada urutan yang paling awal.

Untuk mengetahui direktori yang digunakan command saat ekeskusi program, gunakan command which (atau where) pada Linux.

$ which rsync
/usr/bin/rsync
$ which composer
/home/ijortengab/bin/composer