Aneka Virtual di era digital

Quote saya dibawah ini silahkan dijadikan citation bagi karya ilmiah anda.

Virtual adalah seolah-olah ada.

‐ IjorTengab (29 tahun), November 2016

Pendahuluan

Dalam dunia komputer/digital virtual sesuatu adalah membuat sesuatu itu seolah-olah ada padahal sejatinya sesuatu itu tidak ada.

Tulisan ini akan membahas pengalaman saya bertemu dengan aneka virtual.

Virtual CD

Virtual CD adalah seolah-olah ada CD di komputer padahal sejatinya tidak ada.

Istilah virtual CD menjadi pelopor saya mulai akrab dengan kosa kata virtual.

Generasi 90's (dibaca: nineties) yang besar di era tahun 1990-an, akrab dengan istilah ini. Saat itu penyimpanan data digital portable hanya ada dua yang populer: disket dan CD. Virtual CD ini biasanya dimanfaatkan gamer. Ada beberapa game PC yang mensyaratkan CD game berada pada drive ketika permainan berlangsung. Adanya virtual CD membantu untuk mengakali persyaratan ini.

Virtual Host

Virtual Host adalah seolah-olah sebuah domain di-host (ditempatkan) pada satu komputer padahal satu komputer tersebut menge-host banyak domain.

Istilah virtual host saya kenal ketika mulai belajar pemrograman web saat kuliah sekitar tahun 2006.

Domain pada penamaan website sebenarnya berfungsi menggantikan nomor IP yang dianggap susah diingat. Awalnya satu nomor IP itu di-set hanya untuk satu buah komputer. CMIIW. Lalu hadirlah software web server yang memiliki kemampuan virtual host, dimana 1 komputer bisa meng-host banyak domain. Dalam industri, ini dinamakan shared hosting.

Contoh web server yang memiliki kemampuan ini adalah Apache dengan syntax config <VirtualHost></VirtualHost> dan Nginx dengan syntax config server{}.

Virtual Router

Virtual Router adalah seolah-olah ada router secara fisik, sejatinya tidak ada.

Istilah ini saya kenal saat kuliah sekitar tahun 2009-an. Kala itu saya baru tahu bahwa laptop dapat dijadikan hostspot alias virtual Wi-Fi router dengan cara koneksi ad hoc (computer to computer) dan beberapa configurasi ribet (sharing connection dan routing).

Pada tahun 2014-an saya mengetahui cara yang lebih baik untuk virtual Wi-Fi router yakni dengan menggunakan command netsh wlan pada windows 7 yang telah terupdate dengan hadirnya Virtual WLan Card. Cara ini lebih stabil dibanding cara koneksi adhoc.

Virtual Machine

Virtual Machine adalah seolah-olah ada satu buah komputer CPU lengkap dengan motherboard (bios), memory, storage, dan aneka port yang sejatinya CPU tersebut tidak ada. Kata "Machine" maksudnya adalah CPU (Central Processing Unit).

Virtual Machine itu ibarat Ada PC didalam PC. Bisa juga satu PC tapi terdapat 2 atau lebih PC. Kira-kira seperti itu bahasa mudahnya.

Istilah ini saya dengar ketika masih kuliah namun saat itu belum terlalu peduli. Ketika sudah mulai kerja dan mendapat PC dengan spesifikasi lumayan, saya mulai mendalami virtual machine pada tahun 2014-an. VirtualBox dan VMWare adalah software yang saya gunakan untuk belajar virtual machine.

Virtual Private Network

Virtual Private Network (VPN) adalah seolah-olah kita berada pada jaringan lokal (LAN) padahal sejatinya kita hanya terhubung dengan internet. Ada juga istilah VLAN (Virtual LAN) namun saya belum pernah mencobanya. VLAN sendiri hampir sama dengan VPN, yakni seolah-olah kita berada pada LAN berbeda padahal sejatinya masih di LAN yang sama dengan PC-PC lainnya. CMIIW.

Virtual Private Network ini termasuk cara ampuh untuk melakukan banyak hal yang bisa dilakukan oleh LAN seperti Share Folder dengan PC lain dibelahan bumi seberang.

Virtual Reality

Tahun 2015 dan 2016 merupakan masa-masa dimana virtual yang satu ini mulai booming.

Virtual Reality adalah seolah-olah real/nyata padahal sejatinya tidak ada. Rada-rada mirip dengan augmented reality hanya media untuk melihat/visualisasi-nya berbeda. Virtual Reality ini menjadi masa depan bagi industri game (contohnya dapat dilihat pada website https://www.oculus.com/).

Game outdoor seperti perang perangan, galasin, dan benteng sepertinya akan mengasyikkan jika disentuh dengan teknologi Virtual Relity.

Penutup

Teknologi virtual membantu dalam menghemat dan memudahkan melakukan sesuatu di era digital.

Sampai saat ini, puncak dari aneka variasi virtual adalah Virtual Reality. Kedepan mungkin akan ada Virtual Life seperti Film The Matrix. Tidak ada yang tidak mungkin.