Recovery Data pada Hard Disk Drive menggunakan TestDisk

Muqaddimah

Seluruh isi data di hard disk terhapus.

All partition has been accidentally deleted.

Bagaimana cara mengembalikan data yang ada didalamnya?

Persiapan

Proses selama recovery menggunakan sistem operasi Windows 7.

Masuk ke Computer Management. Ketik compmgmt.msc pada Run.

Lihat pada Computer Management > Storage > Disk Management.

Akan terlihat berbagai storage yang tercolok ke dalam komputer (laptop).

Saat ini baru terdapat satu SSD berukuran 128GB dengan 3 partisi didalamnya.

Colok hard disk yang akan kita recovery menggunakan converter SATA to USB.

Pada Disk Management akan tertera tambahan Disk baru yakni Disk1.

Disk ini adalah HDD 500GB yang seluruh partisi terhapus.

Recovery menggunakan TestDisk.

Sebuah proyek opensource bernama "TestDisk" memiliki fitur mengembalikan partisi yang terhapus.

Download program dari homepagenya http://www.cgsecurity.org/.

Versi yang saya gunakan adalah versi 7.1 (beta), versi terbaru per Agustus 2017.

File program telah dibuat mirror pada IjorTengab Tools. Download 32bit atau 64bit.

Extract archive hasil download dan temukan file binary testdisk_win.exe.

Gerak Lambat

Alih-alih gerak cepat, kita perlu perlambat ritme saat recovery.

Jalankan file binary testdisk_win.exe.

Opsi untuk membuat log. Create.

Pilih hard disk. Perhatikan pada ukuran hard disk. Pada gambar terlihat bahwa:

  • /dev/sda adalah SSD 128GB
  • /dev/sdb adalah HDD 500GB

Oleh karena itu kita pilih /dev/sdb. Proceed.

Pilih tipe partisi. Sesuai pada panduan di wiki, maka opsi default yang kita pilih (autodetect) yakni Intel.

Memulai Analyze.

Pilih Quick Search.

Proses pencarian partisi yang hilang dimulai.

Proses pencarian selesai. Continue.

Terlihat beberapa partisi yang terdelete. Kita perlu memeriksanya secara manual melalui opsi P yakni list files.

Pada gambar tertera 3 partisi.

Partisi yang pertama yakni:

* (Primary bootable). HPFS - NTFS. Start pada 0 32 33 dan End pada 12 223 19.

Partisi ini dalam keadaan baik-baik saja. Skip.

Partisi yang kedua yakni:

D (Deleted) HPFS - NTFS. Start pada 12 223 20 dan End pada 25496 139 51. 

Partisi yang ketiga yakni:

D (Deleted) HPFS - NTFS. Start pada 13 1 1 dan End pada 60800 254 63. 

Partisi kedua dan ketiga sama-sama berstatus Delete.

Posisi keduanya saling overlap.

Berarti salah satu adalah partisi yang dapat ter-recover.

Menurut panduan di wiki, kita perlu cek manual dengan melihat isi file.

Pilih partisi baris kedua dan tekan P untuk list files. Hasilnya adalah partisi tidak dapat terbaca. Tekan q, untuk kembali ke halaman sebelumnya.

Pilih partisi baris ketiga dan tekan P untuk list files. Hasilnya adalah partisi dapat terbaca.

Partisi ketiga ini adalah kondisi partisi terbaru sebelum hard disk terhapus.

Tekan q, untuk kembali ke halaman sebelumnya.

Partisi pada baris ketiga yang akan kita recovery, tekan tombol panah kiri/kanan sehingga status berubah dari D ke P.

Pastikan baris partisi yang akan kita recovery ter-highlight. Enter to continue.

Masuk ke menu terakhir. Pilih write untuk mengembalikan partisi.

Menu terakhir adalah Quit dan reboot komputer untuk melihat effectnya.

Pada windows shortcut untuk reboot adalah shutdown -r -t 0.

Partisi terselamatkan

Setelah reboot, partisi otomatis terlihat pada My Computer ter-mount dengan letter J.

Alhamdulillah, data terselamatkan.

Jangan lupa donasi

Dalam rangka berterimakasih karena ini kasus yang sangat private (data pribadi), maka donasi adalah jalan yang tepat.

Reference

Google: open source recovery partition

http://www.cgsecurity.org/wiki/TestDisk